mak ning

mak ning

Minggu, 13 November 2011

Andai Aku Jadi Presiden .....

Presiden. Siapa sih yang tidak kenal sosok presiden. Atau mungkin salah satu pembaca artikel ini tidak kenal siapa presiden kita sekarang ? kebacuuuuuut....

Mungkin ketika anak-anak TK diberi pertanyaan tentang cita-cita mereka di masa depan salah satu dari mereka akan menjawab ingin jadin presiden. Anak itu akan diberi applause yang banyak karena memiliki cita-cita yang tinggi dan sungguh mulia pula. Tapi ketika seorang mahasiswa diberi pertanyaan tentang cita-cita mereka, saya yakin sedikit sekali atau bahkan mungkin tidak ada yang bercita-cita menjadi seorang presiden. Saya ingat ketika teman saya bicara kalau dia ingin jadi presiden,dia langsung menjadi bahan olokan teman-temannya yang lain karena mereka menganggap cita-cita itu hanyalah sebuah mimpi belaka.

Lantas kenapa sekarang saya membuat artikel yang berjudul andai aku jadi presiden ? ya itu hanyalah sebuah mimpi dari saya. Mumpung mimpi masih gratis gaaaan. Kalo mimpi sekarang sudah bayar lebih baik saya tidak tidur agar tidak bermimpi wkwkw :D


Jika aku jadi presiden, yang pasti rakyat akan melakukan demo besar-besaran. Di negara mana pun, rakyat tidak akan pernah suka dengan presiden yang malas seperti saya. Bisanya hanya bangun, makan , dan tidur lagi. Kalau saja saya benar-benar jadi presiden, negeri ini bakal tidak terurus dengan baik mangkanya rakyat bakal mengadakan demo yang lebih besar dan lebih gila daripada demo tahun 1998.
Itu masih dari faktor malas. Belum lagi dari faktor-faktor lainnya. Anggap saja saya sudah bisa berubah menjadi seorang presiden yang rajin dan disiplin. Tetapi tetap saja saya adalah orang bodoh. Sekarang saja saya adalah seorang mahasiswa yang bodoh. Mendapat nilai 3 dari skala 1 sampai 10 adalah hal yang biasa bagi saya. Andai saya jadi presiden pasti keputusan-keputusan yang saya ambil adalah keputusan yang bodoh juga. Rakyat akan menjadi korban oleh keputusan bodoh saya. Saya ambil contoh kebijakan tentang subsidi BBM. Kalau pemerintah sekarang masih memberikan subsidi BBM kepada rakyat yang kurang mampu, saya justru akan menghapus subsidi BBM tersebut. Lantas bagaimana nasib rakyat kecil ? Apakah mereka tidak ada yang menolong ? Bodoh kan ? Ya itulah saya.
Presiden di negara manapun dituntut untuk menjadi orang yang disiplin waktu. Jadwal yang susah-susah disusun oleh ajudannya akan berantakan apabila seorang presiden bukanlah orang yang disiplin waktu. Andai aku jadi presiden, pemimpin-pemimpin negara lain pasti bakal kesal dengan sikap saya. Jadwal dialog dengan pemimpin negara lain adalah pukul sembilan pagi. Tetapi saya akan datang terlambat. Pastinya pemimpin negara lain tersebut akan mengira bahwa rakyat Indonesia adalah orang yang hobi terlambat semua.  Presidennya  saja terlambat, apalagi rakyatnya ?
Itulah sedikit gambaran-gambaran apabila saya menjadi seoarang presiden. Intinya orang seperti saya tidak cocok menjadi presiden. Masih banyak orang yang berkualitas dan lebih pantas menjadi presiden daripada saya. Oleh karena itu saya tidak akan mencalonkan diri menjadi presiden. Ayolah kita sebagai rakyat Indonesia mendukung presiden kita. Kalau bukan kita yang mendukung presiden Indonesia, lantas siapa lagi ? Apabila seorang presiden terus menerus dihujat rakyatnya pastilah presiden tersebut tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Mari kita bersama-sama berusaha agar itu tidak terjadi di negeri Indonesia kita tercinta.

BINGUNG ? YA NASIBMU !!

2 komentar: