Kaget dengan judul di atas ?
Mau protes ?
Tunggu dulu. Simak alasan saya kenapa saya memasang judul begitu ;)
Pasti kita benci dengan yang namanya koruptor. Kerjanya hanya mengambil hak milik orang lain. Bisanya hanya menyengsarakan orang. Tanpa mempedulikan bagaimana nasib orang lain yang jadi korban mereka malah dengan santainya menghabiskan uang hasil korupsinya ke luar negeri.
Banyak tersangka koruptor sekarang yang mendekam di dalam penjara adalah anggota DPR. Padahal mereka kan wakil rakyat, lantas mengapa justru mereka sendiri yang menyengsarakan ? Ya tidak tahu lah. Saya sendiri uga bukan anggota DPR kok :D
Jangan terburu-buru mengutuk anggota DPR yang korupsi. Memang sih mereka salah . Tapi mari kita instropeksi diri terlebih dahulu. Mungkin saja kita juga berperan dalam membantu mereka korupsi. Lho ? bagaimana sih ??
Sudah menjadi tradisi rakyat Indonesia menyukai pemimpin yang tidak pelit uang terhadap rakyat. Mana ada sih rakyat yang suka dengan pemimpin yang jarang-jarang bagi rezeki ? Saya beri contoh terlebih dahulu. Apabila kampung kita membutuhkan dana untuk pembangunan saluran air salah satu solusinya adalah menyusun proposal meminta bantuan dana ke anggota DPR. Bila oleh anggota DPR proposal tersebut disetujui otomatis dana segar akan mengucur untuk kampung kita. Efek lainnya adalah kita pasti menganggap bahwa anggota DPR yang menyetujui proposal kita adalah orang yang baik hati dan tidak pelit. Kita juga akan menganggap bahwa dia adalah salah satu pemimpin yang cocok untuk menduduki jabatan tersebut. Kita akan selalu mengingat-ingat namanya untuk kita coblos lagi di periode selanjutnya
Padahal, pernah kah kita berpikir darimana dana itu berasal ? Mungkin saja dana itu adalah uang hasil korupsi. Jadi anggota DPR tersebut korupsi uang untuk disumbangkan kembali pada rakyat agar dia mendapat nama baik di hadapan rakyat. Kan gak masalah kalau uangnya kembali ke rakyat ?? Yang namanya korupsi apapun alasannya tetap salah om dan tante sekalian -,-"
Jika kita membantu seorang koruptor maka kita sama juga dengan koruptor tersebut !!
Andai saja kita tidak menuntut anggota-anggota DPR untuk menyumbangkan sedikit uangnya, mungkin saja anggota DPR tersebut tidak akan melakukan korupsi. Beliau-beliau tidak akan terlalu sibuk untuk mencari pencitraan yang baik.
Sedikit opini gila dari saya. Semoga tidak ada yang bingung.
BINGUNG ? YA NASIBMU !!
mak ning
Senin, 21 November 2011
Minggu, 13 November 2011
Andai Aku Jadi Presiden .....
Presiden. Siapa sih yang tidak kenal sosok presiden. Atau mungkin salah satu pembaca artikel ini tidak kenal siapa presiden kita sekarang ? kebacuuuuuut....
Mungkin ketika anak-anak TK diberi pertanyaan tentang cita-cita mereka di masa depan salah satu dari mereka akan menjawab ingin jadin presiden. Anak itu akan diberi applause yang banyak karena memiliki cita-cita yang tinggi dan sungguh mulia pula. Tapi ketika seorang mahasiswa diberi pertanyaan tentang cita-cita mereka, saya yakin sedikit sekali atau bahkan mungkin tidak ada yang bercita-cita menjadi seorang presiden. Saya ingat ketika teman saya bicara kalau dia ingin jadi presiden,dia langsung menjadi bahan olokan teman-temannya yang lain karena mereka menganggap cita-cita itu hanyalah sebuah mimpi belaka.
Lantas kenapa sekarang saya membuat artikel yang berjudul andai aku jadi presiden ? ya itu hanyalah sebuah mimpi dari saya. Mumpung mimpi masih gratis gaaaan. Kalo mimpi sekarang sudah bayar lebih baik saya tidak tidur agar tidak bermimpi wkwkw :D
Mungkin ketika anak-anak TK diberi pertanyaan tentang cita-cita mereka di masa depan salah satu dari mereka akan menjawab ingin jadin presiden. Anak itu akan diberi applause yang banyak karena memiliki cita-cita yang tinggi dan sungguh mulia pula. Tapi ketika seorang mahasiswa diberi pertanyaan tentang cita-cita mereka, saya yakin sedikit sekali atau bahkan mungkin tidak ada yang bercita-cita menjadi seorang presiden. Saya ingat ketika teman saya bicara kalau dia ingin jadi presiden,dia langsung menjadi bahan olokan teman-temannya yang lain karena mereka menganggap cita-cita itu hanyalah sebuah mimpi belaka.
Lantas kenapa sekarang saya membuat artikel yang berjudul andai aku jadi presiden ? ya itu hanyalah sebuah mimpi dari saya. Mumpung mimpi masih gratis gaaaan. Kalo mimpi sekarang sudah bayar lebih baik saya tidak tidur agar tidak bermimpi wkwkw :D
Jika aku jadi presiden, yang pasti rakyat akan melakukan demo besar-besaran. Di negara mana pun, rakyat tidak akan pernah suka dengan presiden yang malas seperti saya. Bisanya hanya bangun, makan , dan tidur lagi. Kalau saja saya benar-benar jadi presiden, negeri ini bakal tidak terurus dengan baik mangkanya rakyat bakal mengadakan demo yang lebih besar dan lebih gila daripada demo tahun 1998.
Itu masih dari faktor malas. Belum lagi dari faktor-faktor lainnya. Anggap saja saya sudah bisa berubah menjadi seorang presiden yang rajin dan disiplin. Tetapi tetap saja saya adalah orang bodoh. Sekarang saja saya adalah seorang mahasiswa yang bodoh. Mendapat nilai 3 dari skala 1 sampai 10 adalah hal yang biasa bagi saya. Andai saya jadi presiden pasti keputusan-keputusan yang saya ambil adalah keputusan yang bodoh juga. Rakyat akan menjadi korban oleh keputusan bodoh saya. Saya ambil contoh kebijakan tentang subsidi BBM. Kalau pemerintah sekarang masih memberikan subsidi BBM kepada rakyat yang kurang mampu, saya justru akan menghapus subsidi BBM tersebut. Lantas bagaimana nasib rakyat kecil ? Apakah mereka tidak ada yang menolong ? Bodoh kan ? Ya itulah saya.
Presiden di negara manapun dituntut untuk menjadi orang yang disiplin waktu. Jadwal yang susah-susah disusun oleh ajudannya akan berantakan apabila seorang presiden bukanlah orang yang disiplin waktu. Andai aku jadi presiden, pemimpin-pemimpin negara lain pasti bakal kesal dengan sikap saya. Jadwal dialog dengan pemimpin negara lain adalah pukul sembilan pagi. Tetapi saya akan datang terlambat. Pastinya pemimpin negara lain tersebut akan mengira bahwa rakyat Indonesia adalah orang yang hobi terlambat semua. Presidennya saja terlambat, apalagi rakyatnya ?
Itulah sedikit gambaran-gambaran apabila saya menjadi seoarang presiden. Intinya orang seperti saya tidak cocok menjadi presiden. Masih banyak orang yang berkualitas dan lebih pantas menjadi presiden daripada saya. Oleh karena itu saya tidak akan mencalonkan diri menjadi presiden. Ayolah kita sebagai rakyat Indonesia mendukung presiden kita. Kalau bukan kita yang mendukung presiden Indonesia, lantas siapa lagi ? Apabila seorang presiden terus menerus dihujat rakyatnya pastilah presiden tersebut tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Mari kita bersama-sama berusaha agar itu tidak terjadi di negeri Indonesia kita tercinta.
BINGUNG ? YA NASIBMU !!
Tips membuka twitter di wifi ITS
Anda mahasiswa ITS ?
Kalo bukan ya saya sarankan ga usa baca tulisan ini daripada misuh-misuh ga jelas wkwkwk
Yang jelas ini tips berlaku bagi jaringan wifi di ITS. Ya semoga saja juga berlaku di wifi-wifi kampus lain di seluruh pelosok Indonesia
Hari gini mengeksis adalah tuntutan jaman. 24 jam kita dituntut untuk eksis. Kalo g eksis bisa-bisa kita g dianggap sebagai remaja. Alias dianggap sebagai orang tua wkwkwk . Banyak cara untuk mengeksis sekarang. Mulai dari yang baik sampai yang paling baik xD. Bagi anak pandai bisa saja mengeksis dengan cara memenangi lomba tingkat nasional. Bagi yang suka organisasi bisa saja mendaftar menjadi anggota bahkan ketua BEM. Lantas bagaimana dengan saya yang pandai enggak, hobi berorganisasi juga enggak ??
TWITTER. tau kan apa itu twitter ? hari gene cuma tau fesbuk doang --"
Twitter adalah microblogging. Jadi ya seperti blog tapi lebih micro. Bingung?? Ya nasibmuu !!!
Muncul permasalahan gadget untuk mengakses twitter. HP ? iya kalo ada pulsanya gapapa. Internet ? Mahal bung !!
Yup, salah satu solusinya adalah pake wifi gratis di kampus. Apalagi wifi di ITS terkenal banget ngebutnya :D
Tinggal buka browser, ketik www.twitter.com trus pencet tombol entet. Lho lho lho kok lama banget situsnya ga terbuka ? usut punya usut ternyata wifi di ITS tidak bisa untuk membuka twitter :(
Bisa sih tapi lemooooot banget. Kalo mau nunggu sih silahkan aja. Tapi kalo g mau nunggu silahkan baca artikel ini sampe selese :D
Sudah pernah dengar twiiter client ? apa itu ? cari aja di google, kalo masih bingung ya nasibmu !!
Buka aja dabr.co.uk
Tinggal sign in pake ID dabr. Ingat pake ID dabr bukan ID twitter lhoo.Kalo ga punya ya tinggal bikin aja kok repot. Selese sudah permasalahannya. maka selese pula tulisan saya.
BINGUNG ? YA NASIBMU !!
Kalo bukan ya saya sarankan ga usa baca tulisan ini daripada misuh-misuh ga jelas wkwkwk
Yang jelas ini tips berlaku bagi jaringan wifi di ITS. Ya semoga saja juga berlaku di wifi-wifi kampus lain di seluruh pelosok Indonesia
Hari gini mengeksis adalah tuntutan jaman. 24 jam kita dituntut untuk eksis. Kalo g eksis bisa-bisa kita g dianggap sebagai remaja. Alias dianggap sebagai orang tua wkwkwk . Banyak cara untuk mengeksis sekarang. Mulai dari yang baik sampai yang paling baik xD. Bagi anak pandai bisa saja mengeksis dengan cara memenangi lomba tingkat nasional. Bagi yang suka organisasi bisa saja mendaftar menjadi anggota bahkan ketua BEM. Lantas bagaimana dengan saya yang pandai enggak, hobi berorganisasi juga enggak ??
TWITTER. tau kan apa itu twitter ? hari gene cuma tau fesbuk doang --"
Twitter adalah microblogging. Jadi ya seperti blog tapi lebih micro. Bingung?? Ya nasibmuu !!!
Muncul permasalahan gadget untuk mengakses twitter. HP ? iya kalo ada pulsanya gapapa. Internet ? Mahal bung !!
Yup, salah satu solusinya adalah pake wifi gratis di kampus. Apalagi wifi di ITS terkenal banget ngebutnya :D
Tinggal buka browser, ketik www.twitter.com trus pencet tombol entet. Lho lho lho kok lama banget situsnya ga terbuka ? usut punya usut ternyata wifi di ITS tidak bisa untuk membuka twitter :(
Bisa sih tapi lemooooot banget. Kalo mau nunggu sih silahkan aja. Tapi kalo g mau nunggu silahkan baca artikel ini sampe selese :D
Sudah pernah dengar twiiter client ? apa itu ? cari aja di google, kalo masih bingung ya nasibmu !!
Buka aja dabr.co.uk
Tinggal sign in pake ID dabr. Ingat pake ID dabr bukan ID twitter lhoo.Kalo ga punya ya tinggal bikin aja kok repot. Selese sudah permasalahannya. maka selese pula tulisan saya.
BINGUNG ? YA NASIBMU !!
Masih Perlukah Latihan Kepemimpinan ??
Jaman sekarang sering kita temui Latihan Dasar Kepemimpinan. Hampir tiap sekolah mewajibkan muridnya untuk mengikuti LDK. Alasannya klasik. Agar para siswanya bisa menjadi seorang pemimpin yang handal. Mungkin dipengaruhi oleh banyaknya pemimpin-pemimpin busuk di negeri ini jadi sekolah ingin siswanya agar tidak menjadi seperti pemimpin-pemimpin busuk itu.
Tak hanya di sekolah, di kampus pun masih sering mewajibkan para MAHAsiswanya untuk mengikuti LDK. Meskipun dengan nama yang berbeda tapi tetap saja intinya melatih kepemimpinan. Yang pasti ketika ingin mendaftar menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa pasti ditanyakan apakah pernah mengikuti LDK atau sejenisnya. Kalaupun tidak pernah ikut pasti syarat untuk mendaftar dengan mengikuti LDK tersebut. Diterima atau tidaknya tergantung nilai yang diperoleh ketika mengikuti rangkaian-rangkaian acara LDK
Memang, tidak ada salahnya mengikuti LDK. Mungkin tidak ada sisi negatifnya. Kita dilatih untuk berani berbicara di depan umum, memaparkan pendapat kita, dan melontarkan kritik yang baik dan sopan.
Tetapi ada satu hal yang mengganjal di hati penulis. Pertama kali penulis ikut rapat yang diikuti oleh banyak peserta, penulis kaget. Banyak orang dengan semangatnya berbicara di depan forum. Mereka berbicara panjang lebar. Mereka berbicara seakan-akan merekalah sang pemimpin forum. Memang tidak ada salahnya berbicara di depan forum. Tapi coba pikir, apabila semua peserta seperti itu, berlomba lomba menjadi seorang pemimpin forum. Apakah sebuah forum dapat berjalan dengan baik bila memiliki lebih dari 1 pemimpin forum ? Penulis sangat merasa kasihan kepada pemimpin forum yang sebenarnya. Dia berbicara lebih sedikit daripada pemimpin "jadi-jadian" itu. Sang pemimpin forum hanya bertindak seperti moderator. Ia hanya mengulang perkataan yang diucapkan oleh pemimpin "jadi-jadian" itu.
Apakah hal tersebut termasuk hal negatif dari LDK ? Penulis tidak berani menjudge demikian.
KAPAN DIADAKAN LATIHAN UNTUK MENJADI YANG DIPIMPIN SECARA BAIK ??
Tak hanya di sekolah, di kampus pun masih sering mewajibkan para MAHAsiswanya untuk mengikuti LDK. Meskipun dengan nama yang berbeda tapi tetap saja intinya melatih kepemimpinan. Yang pasti ketika ingin mendaftar menjadi anggota Badan Eksekutif Mahasiswa pasti ditanyakan apakah pernah mengikuti LDK atau sejenisnya. Kalaupun tidak pernah ikut pasti syarat untuk mendaftar dengan mengikuti LDK tersebut. Diterima atau tidaknya tergantung nilai yang diperoleh ketika mengikuti rangkaian-rangkaian acara LDK
Memang, tidak ada salahnya mengikuti LDK. Mungkin tidak ada sisi negatifnya. Kita dilatih untuk berani berbicara di depan umum, memaparkan pendapat kita, dan melontarkan kritik yang baik dan sopan.
Tetapi ada satu hal yang mengganjal di hati penulis. Pertama kali penulis ikut rapat yang diikuti oleh banyak peserta, penulis kaget. Banyak orang dengan semangatnya berbicara di depan forum. Mereka berbicara panjang lebar. Mereka berbicara seakan-akan merekalah sang pemimpin forum. Memang tidak ada salahnya berbicara di depan forum. Tapi coba pikir, apabila semua peserta seperti itu, berlomba lomba menjadi seorang pemimpin forum. Apakah sebuah forum dapat berjalan dengan baik bila memiliki lebih dari 1 pemimpin forum ? Penulis sangat merasa kasihan kepada pemimpin forum yang sebenarnya. Dia berbicara lebih sedikit daripada pemimpin "jadi-jadian" itu. Sang pemimpin forum hanya bertindak seperti moderator. Ia hanya mengulang perkataan yang diucapkan oleh pemimpin "jadi-jadian" itu.
Apakah hal tersebut termasuk hal negatif dari LDK ? Penulis tidak berani menjudge demikian.
KAPAN DIADAKAN LATIHAN UNTUK MENJADI YANG DIPIMPIN SECARA BAIK ??
Sistem Informasi
Sistem Informasi. Apasih itu ? Itu adalah jurusan di mana saya kuliah :D
Gak pernah denger ya ? Memang saya memilih jurusan yang gak alay.Maksudnya ? Teman-teman sih bilang kalo alay adalah sesuatu yang hampir semua orang tahu. Kalo definisi alay begitu jadi jurusan Sistem Informasi tidak termasuk jurusan alay dong xD
OK sekarang adalah giliran yang serius. Sistem Informasi adalah salah satu jurusan di Fakultas Teknologi Informasi di ITS. Di SI kita mempelajari teknologi, bisnis, dan manajemen. Bisnis dan manejemen lah yang membedakan SI dengan informatika. Masih bingung ? Ya nasibmuu !!!
Saya mau menyoroti beberapa mata kuliah yang unik dari SI dan yang pasti membedakan SI dengan jurusan-jurusan yang lain di belahan dunia manapun (alay --"). Salah satu contoh mata kuliah yang unik adalah Ketrampilan Interpersonal. Selanjutnya saya sebut KI aja ya kasian penulis kalo ngetiknya terlalu panjang wkwkwk.
Gimana sih KI itu ? Menurut penulis sih mata kuliah KI seperti pelatihan di John Robert Power. Bingung ?? Ya nasibmuu !!
just kidding :P
bakal saya jelasin kok tenang saja. Intinya di KI kita melatih kemampuan softskill. Jangan lupa di dunia kerja softskill lebih diperlukan daripada hardskill lhooooo. Secara realnya kita diajari bagaimana membangun kerja sama dengan orang lain, bagaimana bersikap percaya diri, bagaimana berprilaku yang baik terhadap rekan bisnis, dan bagaimana bagaimana yang lainnya juga ;)
Kalau mau melihat bagaimana perkuliahan KI silahkan buka link www.facebook.com/interpersonale ;)
Ingat lho itu kuliah !! Bukan outbond !!
Ga penting banget ya ? Kalo ada yang bilang gitu silahkan datang ke saya biar nanti dia saya hajaaaaaaar >< enak saja menghina jurusan saya ><
Memang pertama kali ikut kuliah ini saya juga merasakan hal yang sama :p
tapi itu dulu. Sekarang sudah berubah pikiran kok. Bayangkan aja kalo selama 4 tahun kita kuliah dijejali dengan tugas-tugas teknik yang berhubungan dengan ngitung, ngoding, nggambar, dll bisa-bisa kita lupa bagaimana caranya tampil percaya diri. Kalo aja kita mau presentasi pekerjaan ke atasan tapi kita nggak pede ya siap-siap aja gagal pas presentasi. padahal sudah nyiapin bahan selama berminggu-minggu eh ternyata gagal gara-gara kurang pede :(
Penting banget kan ? MANGKANYA SEGERA PILIH SISTEM INFORMASI ITS SEBAGAI TEMPAT KULIAH KALIAN !!!!!!
Gak pernah denger ya ? Memang saya memilih jurusan yang gak alay.Maksudnya ? Teman-teman sih bilang kalo alay adalah sesuatu yang hampir semua orang tahu. Kalo definisi alay begitu jadi jurusan Sistem Informasi tidak termasuk jurusan alay dong xD
OK sekarang adalah giliran yang serius. Sistem Informasi adalah salah satu jurusan di Fakultas Teknologi Informasi di ITS. Di SI kita mempelajari teknologi, bisnis, dan manajemen. Bisnis dan manejemen lah yang membedakan SI dengan informatika. Masih bingung ? Ya nasibmuu !!!
Saya mau menyoroti beberapa mata kuliah yang unik dari SI dan yang pasti membedakan SI dengan jurusan-jurusan yang lain di belahan dunia manapun (alay --"). Salah satu contoh mata kuliah yang unik adalah Ketrampilan Interpersonal. Selanjutnya saya sebut KI aja ya kasian penulis kalo ngetiknya terlalu panjang wkwkwk.
Gimana sih KI itu ? Menurut penulis sih mata kuliah KI seperti pelatihan di John Robert Power. Bingung ?? Ya nasibmuu !!
just kidding :P
bakal saya jelasin kok tenang saja. Intinya di KI kita melatih kemampuan softskill. Jangan lupa di dunia kerja softskill lebih diperlukan daripada hardskill lhooooo. Secara realnya kita diajari bagaimana membangun kerja sama dengan orang lain, bagaimana bersikap percaya diri, bagaimana berprilaku yang baik terhadap rekan bisnis, dan bagaimana bagaimana yang lainnya juga ;)
Kalau mau melihat bagaimana perkuliahan KI silahkan buka link www.facebook.com/interpersonale ;)
Ingat lho itu kuliah !! Bukan outbond !!
Ga penting banget ya ? Kalo ada yang bilang gitu silahkan datang ke saya biar nanti dia saya hajaaaaaaar >< enak saja menghina jurusan saya ><
Memang pertama kali ikut kuliah ini saya juga merasakan hal yang sama :p
tapi itu dulu. Sekarang sudah berubah pikiran kok. Bayangkan aja kalo selama 4 tahun kita kuliah dijejali dengan tugas-tugas teknik yang berhubungan dengan ngitung, ngoding, nggambar, dll bisa-bisa kita lupa bagaimana caranya tampil percaya diri. Kalo aja kita mau presentasi pekerjaan ke atasan tapi kita nggak pede ya siap-siap aja gagal pas presentasi. padahal sudah nyiapin bahan selama berminggu-minggu eh ternyata gagal gara-gara kurang pede :(
Penting banget kan ? MANGKANYA SEGERA PILIH SISTEM INFORMASI ITS SEBAGAI TEMPAT KULIAH KALIAN !!!!!!
Sabtu, 12 November 2011
Resensi Film “Alangkah Lucunya ( Negeri Ini )”
Satu lagi film komedi Indonesia yang dirilis. Berbeda dengan komedi-komedi yang lain, Alangkah Lucunya ( Negeri Ini ), dibesut oleh Deddy Mizwar. Jarang-jarang bang Deddy mau membidani film komedi. Jadi pasti ada niat terselubungnya. Setelah menonton film ALNI ini saya menarik kesimpulan bahwa film ini bertujuan untuk mengkritik para koruptor di Indonesia.
Ceritanya bermula dari seorang yang bernama Muluk . Setelah lulus S1, Muluk menjadi seorang pengangguran selama kira-kira 2 tahun. Pada suatu hari ia bertemu dengan seorang anak yang bernama Komet. Anak itu berprofesi sebagai pencopet. Setelah berkenalan, Komet mengajak Muluk untuk mengunjungi markasnya. Sudah jelas markas pencopet isinya pasti pencopet semua. Otak Muluk pun berputar bagaimana dia bisa mendapatkan keuntungan dari pencopet-pencopet itu. Akhirnya Muluk menawarkan jasa untuk mengelola keuangan mereka. Mereka pun setuju
Beberapa saat berjalan, hati Muluk tergerak untuk membantu para pencopet cilik tersebut secara tulus tidak hanya sekedar mencari keuntungan finansial saja. Muluk mengajak 2 orang temannya yang juga sarjana S1 untuk membantu para pencopet cilik. Mereka memutuskan untuk membantu dengan cara memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga untuk masa depan mereka agar mereka tidak menjadi seorang pencopet lagi. Pelajaran agama, budi pekerti, dan agama dipilih untuk menjadi mata pelajaran sekolah tidak resmi tersebut.
Tiba dimana ada adegan favorit saya. Suatu hari para pencopet cilik tersebut diajarkan pengertian koruptor. Diterangkan bahwa koruptor secara garis besarnya sama dengan pekerjaan pencopet. Bedanya koruptor sedikit lebih elit dalam mencopet. Koruptor juga lebih terhormat dalam mencopet. Lantas mengapa koruptor bisa berbeda dengan pencopet biasa ? Karena para koruptor lebih pandai daripada para pencopet biasa. Mengetahui siapa itu koruptor, para pencopet cilik pun langsung bercita-cita menjadi seorang KORUPTOR ! Baru kali ini saya mengetahui seorang anak kecil yang notabene masih polos bercita-cita menjadi seorang koruptor. Ternyata seorang koruptor juga mempunyai fans berat.
Sebuah ironi memang. Koruptor yang dibenci oleh segenap rakyat Indonesia ternyata masih ada orang yang bercita-cita menjadi sepertinya. Apalagi fans berat koruptor adalah kumpulan pencopet cilik. Kalau kecil saja sudah bercita-cita menjadi koruptor bagaimana kalau sudah dewasa. Mereka mengira sorang koruptor adalah seorang yang keren. Maksudnya keren ? Keren karena mereka pandai sekali. Yang membedakan seorang pencopet dan seorang koruptor adalah ilmu yang dimiliki. Seorang pencopet biasa dengan ilmu yang pas-pasan sekali copet mereka hanya mendapat 1 korba saja. Bandingkan dengan seorang koruptor. Sekalo mereka beraksi, ribuan orang menjadi korbannya. Resikonya pun kecil. Sampai sekarang saya tidak pernah tahu ada seorang koruptor yang tertangkap lalu dipukuli oleh massa. Bandingkan dengan seorang pencopet apabila mereka tertangkap. Kalau saja tidak ada polisi yang mengamankan pasti mereka sudah tewas dihujani bogem mentah masyarakat yang marah. Itulah alasan-alasan mengapa seorang koruptor bisa terlihat keren dimata para pencopet.
Kenapa harus koruptor ? Kenapa bukan presiden ? Kenapa bukan pengusaha ? Kenapa bukan ilmuwan ? Bukankah koruptor juga berperan dalam menjadikan seseorang menjadi seorang pencopet ? Tak tahu lah. Coba saja berikan pertanyaan-pertanyaan di atas kepada mereka yang sangat mengidolakan seorang koruptor dan ingin menjadi seperti mereka.
Kesimpulannya, kalau koruptor saja butuh ilmu apalagi pekerjaan yang lain. Ilmu itu sangatlah penting dalam masa depan. Contohnya saja koruptor dengan pencopet. Meskipun hakekatnya sama tapi dengan adanya ilmu, koruptor menjadi sedikit lebih elit dan terhormat.
Sabtu, 05 November 2011
Tips Menulis Karya Ilmiah Populer
Sebenarnya banyak orang pandai di Indonesia. Sayangnya hanya sedikit dari mereka yang mau membagi ilmunya kepada orang lain. Mereka hanya mampu menuangkan ilmunya ke dalam jurnal ilmiah yang hanya dapat dimengerti oleh kalangan-kalangan tertentu saja. Padahal hakekatnya ilmu harus berguna bagi masyarakat luas bukan hanya bagi orang pandai saja
Lantas bagaimana solusinya ? salah satu solusi yang tepat adalah mempelajari bagaimana cara menulis karya ilmiah popular. Sebenarnya menulis karya ilmiah popular sangatlah mudah. Tidak sesulit cerpen atau novel yang membutuhkan khayalan tingkat dari pengarangnya. Karya ilmiah popular tidak membutuhkan bahasa yang rumit. Justru kesederhanaan bahasa adalah senjata utama dari menulis popular. Apa gunanya kita menulis karya ilmiah popular dengan bahasa rumit tapi tidak ada yang mengerti maksud dari tulisan kita ? Yang terpenting adalah fakta-fakta ilmiah yang kita tuangkan dengan bahasa yang sederhana.
Kita harus mengetahui siapa calon pembaca dari karya ilmiah popular yang kita buat. Tidak mungkin kita menggunakan bahasa anak SD untuk tema yang seharusnya dibaca oleh anak remaja. Dengan bahasa yang tepat maka akan semakin menarik minat untuk membaca karya kita.
Salah satu faktor yang membuat jurnal ilmiah sukar untuk dimengerti oleh masyarakat umum adalah bahasa atau istilah asing. Istilah tersebut mungkin hanya dapat dimengerti oleh orang yang bergelut di dunia ilmiah. Contohnya saja dalam jurnal ilmiah tentang proses pencernaan. Untuk orang yang fokus di bidang kesehatan mungkin tahu arti kata “feses”. Tapi apakah orang awam dapat mengerti arti kata itu ? Mungkin orang awam lebih mengerti arti kata “kotoran” daripada arti kata “feses”. Jadi lebih baik kita menggunakan kata “kotoran” daripada kata “feses” dalam karya ilmiah popular yang kita tulis.
Biasanya jurnal imiah mempunyai tebal halaman yang tidak sedikit. Diperlukan waktu berjam-jam untuk sekedar membaca jurnal ilmiah. Itu belum termasuk memahami maksudnya. Bagi orang awam mungkin akan langsung kehilangan minat membaca begitu melihat tebalnya jurnal ilmiah. Jadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam menulis karya ilmiah populer adalah banyaknya kata yang kita tulis. Lebih baik kita membuat karya tulis ilmiah popular yang sekiranya dapat dibaca habis dalam kurun waktu kurang lebih 10 menit.
Langganan:
Postingan (Atom)

